Getaran & Gelombang
Pertemuan 1 (materi frekuensi, amplitudo, periode getaran)
Getaran
Getaran adalah gerak bolak-balik suatu benda secara teratur (periodik) melalui titik keseimbangan. Contoh sederhana adalah ayunan bandul, penggaris yang digetarkan di ujung meja, atau senar gitar yang dipetik.
Frekuensi (f)
Frekuensi adalah banyaknya getaran yang terjadi dalam satu satuan waktu (biasanya dalam satu detik). Semakin banyak getaran dalam satu detik, semakin besar frekuensinya.
Satuan: Hertz (Hz).
Amplitudo (A)
Amplitudo adalah simpangan (jarak) terjauh dari titik keseimbangan dalam suatu getaran. Ini menunjukkan seberapa "kuat" atau "lebar" gerak getaran tersebut.
Periode (T)
Periode adalah waktu yang dibutuhkan oleh suatu benda untuk melakukan satu kali getaran lengkap.
Satuan: Sekon (s) atau detik.
Pertemuan 2 (Latihan soal frekuensi dan periode getaran)
Pelajari soal-soal latihan berikut ini, pertemuan berikutnya kita akan latihan mengerjakan.
Pertemuan 3 Evaluasi tentang Getaran
Tolong kerjakan evaluasi berikut ini:
Evaluasi Kelas 8A: klik disini
Evaluasi Kelas 8B: klik disini
Evaluasi Kelas 8C: klik disini
Pertemuan 4 - Gelombang
Pengertian
Secara sederhana, gelombang adalah getaran yang merambat. Hal yang paling penting untuk diingat adalah: saat gelombang merambat, ia memindahkan energi dari satu tempat ke tempat lain, tetapi tidak memindahkan mediumnya (materi perantaranya).
Berdasarkan arah rambatnya, gelombang dibagi menjadi dua:
Gelombang Transversal: Arah getarnya tegak lurus dengan arah rambatnya (berbentuk bukit dan lembah). Contoh: Gelombang pada tali dan cahaya.
Gelombang Longitudinal: Arah getarnya sejajar dengan arah rambatnya (berbentuk rapatan dan regangan). Contoh: Gelombang bunyi.
Berdasarkan medium perambatan, gelombang dibagi menjadi dua:
Gelombang Mekanik: Memerlukan medium (zat padat, cair, atau gas) untuk merambat. Contoh: Bunyi, gelombang air, dan gelombang pada tali.
Gelombang Elektromagnetik: Dapat merambat tanpa medium (di ruang hampa). Contoh: Cahaya, sinar-X, dan gelombang radio.
Panjang Gelombang dan Cepat Rambat
Untuk memahami seberapa cepat dan besar sebuah gelombang, kita menggunakan beberapa besaran fisik utama:
Panjang gelombang (λ)
Pada gelombang transversal, satu panjang gelombang adalah jarak antara dua bukit berurutan atau dua lembah berurutan.
Pada gelombang longitudinal, satu panjang gelombang adalah jarak antara satu rapatan dan satu regangan yang berurutan.
Cepat rambat (υ)
Cepat rambat adalah jarak yang ditempuh gelombang dalam satu satuan waktu. Hubungan antara cepat rambat, frekuensi (f), dan panjang gelombang (λ) dirumuskan sebagai berikut:
$$v = \lambda \cdot f$$
atau
$$v = \frac{\lambda}{T}$$
Keterangan:
υ = Cepat rambat gelombang (m/s)
λ = Panjang gelombang (m)
f = Frekuensi (Hz)
T = Periode (s)
Pertemuan 5 - Gelombang Suara (Bunyi)
Bunyi adalah gelombang longitudinal yang merambat melalui medium (padat, cair, atau gas). Gelombang ini tercipta dari getaran benda yang menyebabkan molekul-molekul di sekitarnya merapat dan merenggang.
Karakteristik Utama Bunyi:
Frekuensi (f): Menentukan tinggi rendahnya nada. Satuan frekuensi adalah Hertz (Hz).
Amplitudo: Menentukan kuat lemahnya (volume) bunyi. Semakin besar amplitudo, semakin keras suaranya.
Cepat Rambat (υ): Kecepatan bunyi bergantung pada mediumnya. Bunyi merambat paling cepat pada benda padat dan paling lambat pada gas.
$$v = \lambda \cdot f$$
Klasifikasi Bunyi Berdasarkan Frekuensi
Tidak semua bunyi dapat didengar oleh manusia. Berdasarkan frekuensinya, bunyi dibagi menjadi tiga:
Infrasonik: Frekuensi di bawah 20 Hz. Bisa didengar oleh gajah dan jangkrik.
Audiosonik: Frekuensi antara 20 Hz hingga 20.000 Hz. Ini adalah rentang pendengaran normal manusia.
Ultrasonik: Frekuensi di atas 20.000 Hz. Bisa didengar oleh kelelawar dan lumba-lumba. Digunakan juga dalam teknologi medis (USG).
Mekanisme Pendengaran Manusia
Penangkapan: Daun telinga menangkap gelombang bunyi dari udara.
Penyaluran: Gelombang masuk melalui saluran telinga dan menggetarkan gendang telinga.
Amplifikasi: Getaran diteruskan ke tiga tulang pendengaran (Martil, Landasan, Sanggurdi) yang memperkuat tekanan suara.
Transduksi: Getaran masuk ke Koklea (Rumah Siput), menggerakkan cairan di dalamnya, dan merangsang sel-sel rambut kecil.
Interpretasi: Sel rambut mengubah gerakan mekanik menjadi sinyal listrik yang dikirim melalui saraf auditori menuju otak untuk dipersepsikan sebagai suara.
Gangguan pada Pendengaran
Beberapa faktor dapat menyebabkan penurunan fungsi pendengaran, di antaranya:
Paparan Bising: Mendengarkan suara di atas 85 desibel (dB) dalam jangka waktu lama dapat merusak sel rambut di koklea.
Penyumbatan: Adanya kotoran telinga yang menumpuk di saluran luar.
Faktor Usia: Berkurangnya elastisitas gendang telinga seiring bertambahnya usia.
Presensi 8A: https://forms.gle/mPQ7c5LhV9JRu1Hj6
Presensi 8B: https://forms.gle/L3mfxqTLrRWgacqYA
Presensi 8C: https://forms.gle/wNC2ekrq3bmuJabc9